Selasa, 18 September 2012

DO’A NABI KETIKA TAK ADA LAGI TEMPAT BERLINDUNG


Sahabatku, Doa ini adalah doa ketika Nabi Muhammad  mengalami berbagai macam kekerasan, caci-maki, pelukaan, penyerangan, pengusiran dan ancaman pembunuhan atasnya. Tahun 628 H, penderitaan Nabi mencapai puncaknya. Hari itu, Nabi merasa seakan tak ada lagi tempat berlindung di Makkah. Beliau akhirnya pergi seorang diri, tanpa seorangpun yang tahu, menuju Thaif. Nabi berharap di sana ada orang yang mau menolong sekaligus mengikuti ajakannya. Tetapi harapan itu ternyata sia-sia. Masyarakat di sana menolak, mencaci dan mengusirnya dengan kasar. Anak-anak muda bahkan melemparinya dengan batu. Dengan tubuh yang luka, Nabi menuju kebun anggur, lalu beliau duduk di bawahnya.Dua anak Rabi’ah, pemilik kebun itu, melihat wajah beliau tampak begitu kusut dan penuh duka. Tangannya ditengadahkan ke langit dan berdo’a dengan seluruh jiwanya.  

اللهم اني اشكو اليك ضعف قوتي وقلة حيلتي وهواني على الناس ، انت رب المستضعفين وانت ربي لا اله الا انت ، الى من تكلني ؟ الى بعيد يتجهمني ، ام الى عدو ملكته امري ، ان لم يكن بك غضب علي فلا ابالي غير ان عافيتك هي اوسع لي ، اعوذ بنور وجهك الكريم ، الذي أشرقت له الظلمات ، وصلح عليه امر الدنيا والآخرة من أن يحل علي غضبك او ينزل علي سخطك لك العتبى حتى ترضى ولا حول ولا قوة لنا الا بك. 

Wahai Rabb-ku.....
Kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, sempitnya upayaku, dan betapa rendahnya aku di mata manusia.

Wahai Rabb-ku.....
Engkaulah Maha Pengasih dari semua pengasih, Engkaulah Pelindung orang-orang yang dilemahkan, dan Engkaulah Tuhan ku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.

Kepada siapakah Engkau akan menyerahkan diri hamba-hamba-Mu ini? Kepada yang jauh yang bermuka masam kah? Atau kepada musuh yang akan menguasaiku. Asal Engkau tiada memurkaiku, aku tak peduli. Hanya maaf-Mu-lah yang sangat aku dambakan.

Aku berlindung di bawah Cahaya Kasih-Mu yang menerangi semua kegelapan, dan atasnyalah semua urusan kehidupan di dunia dan akhirat akan menjadi baik. Janganlah Engkau turunkan murka-Mu kepadaku dan kepada mereka.

Hanya untuk-Mulah aku rela dihinakan, asal saja Engkau Mencintai-ku.
Dan tiada upaya  dan tiada kekuatan, kecuali dari-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar