Pernah suatu hari jari Rasulullah SAW,
terluka, lalu darahnya yang suci mengalir,seraya berkata:
“Engkau hanyalah sebuah jari yang berdarah
Yang engkau derita dijalan Allah.
Orang yang mempersembahkan ruhnya kepada Ar-Rahman,
tidak akan bersedih hanya karena luka dijarinya. Barang siapa yang mendambakan
darah mengalir dari punggungnya, ia tidak akan menangis hanya karena darah yang
mengalir dari kukunya.”
Haram
bin Milham ditusuk dengan tombak ditengkuknya. Iapun dengan segera mengambil
darah yang mengalir keatas dadanya, lalu memercikkannya kepada sipembunuh
seraya berkata, “ Aku telah beruntung, demi Rabbul Ka’bah.” Darahnya menjadi
saksi atas kecintaannya dan sekaligus menjadikannya sebagai barang bukti.
Orang-orang
segera merampas tombak sipembunuh. Bukti itu wajib dimiliki oleh sipenuntut,
sedangkan kewajiban orang yang mengingkari tuduhan hanyalah bersumpah.
Pada
hari kiamat, Haram bin Milham akan datang dengan luka yang mengucurkan darah,
yang baunya seharum kesturi dan warnanya merah darah.
Suatu
hari handhalah mendengar panggilan jihad ke Uhud. Padahal, saat itu ia dalam
keadaan berjunub. Ia segera mengambil pedangnya dan menumpangkan darahnya bersama
darah orang-orang mulia. Ia mempersembahkan dagingnya bersama daging
orang-orang pilihan.
“Daging-daging unta dan darahnya itu
sekali-kali tidak dapat mencapai keridhoan Allah, tetapi ketaqwaan kamulah yang
dapat mencapainya”(QS.Al-Hajj:37)
Wahai
Handhalah! Buah dari pohonmu tak akan berubah menjadi pahit dan tanamanmu telah
berbunga. Sebelum masuk surga, engkau dimandikan terlebih dahulu.
Para
Malaikat Rabbku telah memandikan jasad Hamdhalah dengan air hujan bersamaan
dengan dicabutnya ruh Hamdhalah. Dan Allah berbicara kepada seorang syahid dari
Bani Aus tanpa penerjemah, tabir penghalangpun dibuka.
Demikianlah
para pencinta mempersembahkan darahnya untuk yang dicintainya. Bagi mereka mati
dalam kesyahidan adalah cita-cita. Mereka akan meraihnya meskipun akan mati
diatas kasurnya. Cinta mereka telah meluruhkan jiwa
“Barang siapa yang meminta kesyahidan
dengan jujur, Allah akan memasukkannya kepada manzilah para syuhada
alaupun ia mati diatas kasurnya.”(HR.Muslim)